TEKS KRITIK & ESAI

Nama : Nur Aulia Rachma Putriasandi 

Kelas : XII MIPA 9 

Absen : 28 

 

Teks Kritik 

 

 "Imperfect" Sebuah Perjalanan Untuk Bersyukur

Imperfect: Karir, Cinta, & Timbangan, atau singkatnya “Imperfect” adalah film yang dirilis pada 19 Desember 2019. Film ini di sutradarai oleh Ernest Prakasa, dan diadaptasi dari novel “Imperfection: Journey of self accept” oleh Meira Anastasia. Film tersebut dibintangi oleh Jesicca Mila dan Reza Rahadian.

Film yang bergenre komedi romantis ini bercerita tentang Rara yang bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kecantikan. Rara yang lahir dari seorang model sukses bernama Debby di tahun 90-an. Dia harus menjalani kehidupan yang penuh intimidasi, penghinaan, body shaming, karena fisiknya berbeda dengan adiknya, yaitu Lulu. Rara bertubuh gemuk, diwariskan dari gen ayahnya Hendro yang berkulit gelap sedangkan Lulu bertubuh langsing dan memiliki kulit yang putih mengikuti gen ibunya.

Kadang-kadang Rara mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar karena masalah fisik, dikucilkan dan di pandang sebelah mata sudah menjadi makanan sehari-harinya. Meski di mata masyarakat umum, tubuhnya belum sempurna, namun kebaikan Rara tidak dimiliki oleh banyak orang.

Film ini menampilkan cerita yang mendekati kenyataan dan sesuai dengan keadaan sosial saat ini dimana body shaming banyak terjadi dimana-mana entah di media sosial atau di kehidupan sehari-hari. Akting Jesicca Milla yang berperan sebagai Rara ini sangat total ia lakukan. Dia menaikkan berat badan hinga 10 kg demi film ini. Di film ini juga dia harus menguruskan badan sesuai skenario.

Film produksi Starvision ini tidak hanya sekedar hiburan, tapi juga mengajak kita untuk lebih memperhatikan kehidupan kita sendiri, karena terkadang kita terlalu memperhatikan kehidupan orang lain dan berpikir bahwa kehidupan orang lain itu sempurna padahal bisa saja menurut orang lain kehidupan kita lebih baik daripada kehidupan mereka.

Menariknya, meskipun alurnya tampak datar, namun suasana yang ditimbulkan dari gejolak hati Rara ketika dia memunculkan satu per satu membuat penonton ikut naik turun emosinya. Menurut saya, Ernest benar-benar sukses mengambil fokus masalah yang dihadirkan.

Seperti film-film Ernest yang sebelumnya, dia selalu khas dengan drama kekeluargaan yang terjadi di sepanjang film. Namun, lagi-lagi bagian yang dapat diberi acungan jempol di film ini adalah bagaimana Ernest dapat menunjukkan kontras antara pemain satu dengan yang lainnya.

Kemunculan para komika yang berada dalam satu frame menurut saya juga ide yang sangat cemerlang. Penonton diajak menikmati jokes-jokes secara bersamaan tanpa harus loncat dari satu frame ke frame lainnya. Apalagi mereka berperan sesuai dengan sifat aslinya dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana cara Ernest ingin menunjukan pesan benar-benar dikemas dengan menarik dan mudah untuk dipahami. Ernest pun dengan pandainya menunjukkan siapa sebenarnya pihak terbesar yang ternyata berpotensi untuk membuat kita semua merasa insecure sepanjang hidup kita. Bagian-bagian kecil pun banyak yang digambarkan dengan begitu detail.

Dari film ini kita dapat belajar bahwa jangan merasa insecure mempunyai bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan standar kecantikan yang ada pada umumnya. Selain itu film ini mengajarkan kita untuk menerima keadaan kita sendiri dan bersyukur atas segala sesuatu yang telah Tuhan ciptakan, karena tidak ada standar untuk kecantikan. 

 

Teks Esai 

Gaya Berbusana Kaum Milenial

Gaya berbusana dari tahun ke tahun tidak terlalu berubah secara signifikan. Banyak fashion yang diulang tiap beberapa tahun. Istilah fashion sering digunakan dalam arti positif yaitu sebagai sinonim untuk glamour, keindahan, dan gaya atau style yang terus mengalami perubahan dari masa ke masa. Salah satu perkembangan yang dominan terlihat ialah cara berpakaian atau fashion yang sering digandrungi oleh anak-anak muda atau kaum milenial.

Fashion look tersebut meliputi baju, celana, dress, rok, dan aksesoris lainnya serta berbagai hal yang berkaitan dengannya. Dengan cara memadukan hal-hal tersebut, tentunya akan membuat gaya tersendiri atau nilai fashion bagi mereka. Fashion seolah-olah telah menjadi sebuah ciri khas dan kepribadian mereka. Trend fashion sebagian besar didorong oleh perancang busana yang membuat dan menghasilkan pakaian.

Selain itu banyak masyarakat beranggapan bahwa pakaian produk Indonesia tidak nyaman dan ribet cara pemakaiannya, anak muda kini lebih menyukai pakaian dari budaya luar yang terkesan simple dan mudah dipakai. Pandangan yang beranggapan bahwa memakai busana Indonesia itu tidak nyaman dan menyulitkan dalam beraktivitas, itu menjadikan perilaku westernisasi, maka pada saat globalisasi berkembang sangat pesat menjadikan bangsa Indonesia cenderung lebih mudah mengakses pemberitahuan dari luar.

Terlepas dari itu semua, trend fashion yang sekarang sedang digandrungi anak muda adalah gaya yang cukup nyentrik dan keluar dari zona nyaman. Untuk yang ingin pergi ke fancy party tetapi ingin memakai yang simple tapi elegan loungwear dengan lingerie adalah jawabannya, karena anda akan tampil seksi tetapi elegan. Dengan sentuhan asksesoris kalung mutiara dan sepatu boots knee length. Dan untuk anda yang ingin hangout dengan tampilan ala-ala y2k, anda dapat menggenakan celana cutbray dan halter vest patternd. Dengan sentuhan aksesoris seperti jepitan rambut dan memakai sneakers.

Untuk yang ingin seperti ala-ala vintange bisa menggenakan vest rompi dengan loose pants dengan sentuhan schollboy hat. Anda akan terlihat menawan dengan menggenakan itu. Bagi anda yang ingin ala-ala vintange  namun ingin tampil feminim, anda bisa menggenakan drees berwarna coklat dengan motif garis dipadukan dengan kemeja berkerah. Lalu memakai aksesosoris topi baret, sepatu mary janes, dan sling bag.

 Dengan cara memadukan hal-hal seperti yang diatas akan membuat gaya tersendiri atau nilai fashion. Bebas dalam bergaya atau memadukan hal-hal yang berkaitan dengan fashion yang membuat para remaja menjadi kreatif, bukan berarti tidak memiliki dampak negatifnya. Salah satunya menjadi hypebeast itu adalah “pemburu tren” kebanyakan yang muda dengan usia mulai 13 hingga 18 tahun, yang berpakaian dengan brand-brand tertentu tetapi cenderung “berlebihan”, menurut dunia fashion. Perkembangan fashion tidak luput dari istilah “hipster”, hipster adalah seorang yang memiliki pengetahuan lebih tentang sesuatu yang lebih trending dibanding orang lain.

Jadi, dapat di simpulkan bahwa untuk berbusana jangan terlalu berlebihan yang biasa-biasa saja tetapi elegan dan nyaman untuk dipakai. Fashion juga memiliki dampak positif dan negatif bagi kaum milenial. Maka dari itu bagi kaum milenial jangan terlalu berlebihan dalam menyukai sesuatu dan jangan lupakan budaya sendiri.

 

 

 

Komentar

  1. Teks kritik yang ditulis sangat menarik karena mengkritik sebuah film yang sangat terkenal pada saat tahun penayangan. Esai yang ditulis juga menggunakan kaidah kebahasaan yang lengkap juga penggunaan bahasa yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  2. Teks kritik dan esai nya sangat bagus, menarik dan mudah dipahami

    BalasHapus
  3. Teks kritik yang disajikan membahas makna puisi dengan sangat lengkap dan unsur unsur pembentukan puisinya pun dibahas dengan jelas. Dan teks esai nya juga sangat bagus.

    BalasHapus
  4. Teks kritik dan teks esai yang dibuat sudah bagus 👍

    BalasHapus
  5. teks kritik dan essai diatas sudah baik dari mulai kaidah kebahasaan nya, struktur dan bahasa yg mudah dimengerti 👍

    BalasHapus
  6. Teks kritik dan esainya bagus, sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan dan struktur yg benar

    BalasHapus
  7. Teks kritik dan esainya dibuat sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan dan struktur, penjelasaan dalam teks pun sangat menarik.

    BalasHapus
  8. Teks kritik yang telah dibuat sangat menarik mengenai novel yang digemari banyak orang, pembahasannya juga sangat lengkap. Teks essai nya juga sudah sangat baik dan sudah sesuai dengan kaidah penulisan teks essai.

    BalasHapus
  9. Teks kritik dan esai yang ditulis sudah baik dengan judul yang menarik

    BalasHapus
  10. teks esai dan kritik yang dibuat sudah sesuai degan struktur dan kaidah kebahasaannya, topik yang diangkat pada esai menarik dan kritik sastranya cukup kritis👍

    BalasHapus
  11. dari kedua teks sudah bagus. keduanya memiliki ciri kebahasaan yang tepat, tema yang menarik, strukturnya sudah benar

    BalasHapus
  12. Kritik sastra yang membahas tentang film tersebut sudah ditulis dengan baik mengikuti struktur dan kebahasaan yang sesuai. Begitu pula dengan esainya yang sangat menarik dan memiliki struktur juga kaidah yang sesuai.

    BalasHapus
  13. Teks kritik yang dibuat sudah bagus dan sesuai baik itu kaidah kebahasaannya ataupun strukturnya. Teks esai yang dibuat juga sesuai dan cukup menarik.

    BalasHapus
  14. Teks kritik sastra dan esai yang dibuat sudah bagus dan sesuai dengan kaidah kebahasaan serta strukturnya.

    BalasHapus
  15. teks kritik dan esai nya sudah bagus sesuai kaidah kebahasaan sehingga mudah di pahami

    BalasHapus
  16. Teks Esai yang dibuat sangatlah menarik karena mengangkat topik yang sedang hangat dibicarakan. Teks kritik yang dibuat juga sudah menggunakan unsur dan kaidah kebahasaaan yang sesuai dengan aturan, serta menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  17. Pembahasan topik yang diambil cukup menarik. Teks kritik dan esai juga sudah baik.
    Unsur-unsur teks kritik dan esai juga sudah termuat 😀

    BalasHapus
  18. Teks essai yang dibuat sangat bagus dan menarik karena membahas topik yang mengedukasi kalangan masyarakat, sedangkan teks kritik yang dibuat sangat sesuai dengan unsur-unsur kaidah kebahasaan.

    BalasHapus
  19. teks kritik yang dibuat sudah memenuhi kaidah kaidah yang baik, juga topik yang dibahas pada teks esai sangat menarik.

    BalasHapus

Posting Komentar