Merancang Novel

 Nur Aulia Rachma 

Absen 28 

XII MIPA 9 

Merancang Novel 

 

Merancang Novel

 

1.      Tema

                  Persahabatan dan Percintaan

2.      Judul

                  Crazy Teenager

3.      Tokoh & Penokohan

a.      Protagonis

-          Caitlin : baik, jujur, setia, berani

-          Lily : baik, penasihat, penyayang

-          pak Aiden : baik, penyayang, tegas

-          Ms. Mariet ; baik, tegas, disiplin, ramah

-          Ms. Timoty : baik, tegas, disiplin

-          Kate : baik, ramah, friendly, penyayang

-          Ginny : baik, setia, ramah, pendiam

-          Mark : baik, penyayang, setia, ramah

b.      Antagonis

-          Hariet : jahat, pembohong, pembully, provokator

c.       Tritagonis

-          Jane : baik, ketus, berani, setia

-          Anne : baik, ketus, misterius

4.      Alur

·         Alur maju

5.      Latar / setting

a)      Latar Tempat

-          Rumah Caitlin

-          Sekolah

-          Halaman asrama

-          Kamar asrama

-          Aula

-          Kelas bahasa Perancis

-          Lab computer

-          Dapur

-          Kamar mandi

-          Ruang pendingin

-          Lapangan Olahraga

-          Ruangan Ms. Mariet

-          Taman

-          Telepon umum

-          Kolam renang

-          Kota Dexer

-          Perpustakaan

-          Ruang sidang

b)      Latar Waktu

-          Jam makan siang

-          Malam hari

-          Pagi nya

-          Keesokan nya

c)      Latar Suasana

-          Sedih

-          Bahagia

-          Kecewa

-          Kesal

-          Marah

6.      Amanat

·         Jangan berburuk sangka kepada orang lain dan bersikap ramah tamah lah kepada orang yang lebih tua atau dengan sebaya. Jangan suka membully teman karena itu perilaku yang tidak baik. Jagalah hubungan baik dengan siapapun.

 

7.      Ringkasan gambaran novel

Crazy Teenager

“Lily apakah barang ibu tiri kita sudah sampai?” tanya Caitlin yang sudah merencanakan sesuatu

“Sedang dijalan, are you sure about your plan?” balas Lily

“Yaps, aku sangat yakin dengan rencana ku ini” balas Caitlin dengan wajah liciknya

Caitlin sebelumnya sudah menghubungi teman-teman sekolah nya untuk datang ke rumahnya, Truk yang mengantar barang-barang ibu tiri nya pun tiba. Caitlin langsung menyuruh teman-temannya untuk mengambil semua barang kepunyaan ibu tirinya itu. Caitlin juga mengambil baju-baju ibu tirinya sambil lari ke arah pantai. Caitlin langsung melempar baju-baju ibu tirinya ke laut dan ayahnya pun mempergoki Caitlin yang membuang baju-baju ibu tirinya ke laut.

“Caitlin!! Cepat kemari dan kalian semua bubar tinggalkan rumah saya!!” amuk pak Aiden  

“Caitlin besok papa akan mengantarkan kamu ke sekolah baru kamu di Inggris” ujar pak Aiden sembari kesal

“Papa, aku ga mau ya untuk pindah sekolah ke Inggris!!” balas Caitlin dengan nada tinggi

Lily yang mendengar nya langsung buru-buru mengajak Caitlin ke kamarnya.

“Lily aku ga mau pindah ke Inggris nanti aku jauh dari kamu” ujar Caitlin sedih

“Mau bagaimana lagi kan sudah aku peringatkan, tapi kamu ga mau dengar” ucap Lily dengan lembut 

Caitlin dan Lily mencari tau seputar sekolah baru Caitlin.

“Apa!? Di Inggris selama 200 hari hujan” ucap Caitlin kaget

“Berarti kamu ga usah bawa high heels” balas Lily

Caitlin yang dibantu Lily sedang mempersiapkan barang-barang yang akan dibawah ke Inggris. Esok nya Caitlin diantar oleh papa nya ke sekolah barunya. Saat sampai disana Caitlin hanya diam di mobil tidak ingin menginjakan kakinya di rumput yang bejek. Akhirnya seorang kepala sekolah bernama Ms. Mariet menyuruh Caitlin untuk turun dari mobilnya. Saat Caitlin turun dari mobilnya semua siswi yang ada di sekolah itu langsung melihat ke arah Caitlin.  

“Waw sepatunya bagus banget” ucap salah satu siswi

Semua siswi yang ada di situ langsung memuji barang-barang yang dikenakan oleh Caitlin. Ms. Mariet memperkenalkan Caitlin dengan salah satu siswi yang bernama Kate. Tetapi Caitlin tidak mau menerima bantuan  Kate. Akhirnya Caitlin masuk ke kamar asramanya, di dalam kamar itu ada 4 siswi. Caitlin menyuruh mereka untuk keluar dari kamarnya, tetapi mereka malah tertawa karena kamar itu memang untuk bersama. Caitlin langsung menuju kasurrnya dan dia baru ingat bahwa kopernya belum diantarkan oleh asisten papa nya. Caitlin memutuskan untuk mengecek ke bawah bersama ke empat orang siswi itu. Saat sampai dibawah, kopernya sudah basah karena terkena air hujan. Caitlin dibantu ke empat siswi itu membawa kopernya yang besar. Lalu Caitlin membereskan kopernya yang sudah sangat basah.

“Aduh gimana ini baju,sepatu,parfum,aksesoris dan semuanya basah” ucap Caitlin sedih

“Ya sudah berikan saja barang-barang mu ke bu Timoty dia akan datang sebentar lagi” ujar Jane 

Ms. Timoty pun datang ke kamar mereka untuk menyita handphone mereka. Caitlin yang melihat ibu Timoty mengambil handphone nya langsung marah.

“Hei! don’t touch my phone!” ucap Caitlin ketus

“Kamu ini ga tau ya,  peraturan disini melarang siswi nya untuk menggunakan handphone!” balas Ms. Timoty tegas

Caitlin langsung memberikan semua pakaian yang basah tadi ke Ms. Timoty dengan tidak sopan.

“Hai gadis princess siapa nama kamu?” tanya Jane

Caitlin tidak menjawab pertanyaan Jane, lalu kate menjawab pertanyaan Jane

“Nama dia Caitlin dari Amerika” jawab Kate

“Pantas saja sih” balas Anne menyindir

Caitlin langsung mengerlingkan matanya dan membereskan kasurnya. Suara bel jam makan siang berbunyi.

“Cepat pakai seragam mu,kami tidak mau kena hukum karena mu” ucap Kate

Caitlin langsung memakai seragamnya tapi dia modif pakaian nya seperti princess. Mereka langsung menuju aula untuk makan siang. Saat sampai di aula, Caitlin langsung duduk dikursinya namun ditarik oleh kate untuk berdiri karena belum diperbolehkan untuk duduk. Saat semua guru dan kepala sekolah sudah memasuki aula para siswi diperbolehkan untuk duduk ke kursi masing-masing dan mulai berdoa. Setelah selesai makan siang mereka masuk kelas Bahasa Perancis  yang digurui oleh Mr. Daniel. Seusai kelas Mr. Daniel, Caitlin dan keempat teman nya itu langsung menuju ke kamar mereka.

“Kau bisa menggunakan lab computer untuk mengirimkan email ke teman atau sodaramu” ujar Kate

Caitlin yang sudah lama ingin berkirim pesan dengan Lily langsung pergi ke lab komputer. Caitlin menuliskan email yang berisi.  

“Lily aku sangat tidak betah tinggal disini lebih lama, para gadis disini sangat menjijikan dan norak”

 Itulah isi email yang ingin dia kirim kepada Lily. Setelah mengirimkan email kepada Lily, Caitlin sangat lelah dengan hari ini dan dia memutuskan untuk berbaring di kamarnya sembari melakukan perawatan wajah. Kate, Jane, Anne, dan Ginny juga sedang mempercantik diri mereka.

“Kate, tolong bikin alis aku tampak cantik” suruh Jane  

“Ini sudah kubuatkan alis yang menurut ku lumayan bagus” jawab Kate

Jane langsung melihat ke cermin dan dia kaget saat melihat alisnya yang begitu jelek. Jane  sedih karena alisnya jelek, Caitlin dan ketiga temannya menertawakan alis Jane. Ms. Timoty masuk ke kamar mereka dan mematikan lampu. Saat sudah dimatikan lampu berarti tidak di perbolehkan untuk keluar kamar. Caitlin yang ingin mencari udara segar langsung menyalakan lampu dan keluar dari kamar. Saat dijalan Caitlin melihat Jane yang membawa cermin ke arah dapur. Saat Caitlin mengintip, ternyata Jane sedang memakan ice cream di ruang pendingin. Caitlin pun meninggalkan dapur dan ingin kembali ke kamarnya. Tapi saat dia ingin kembali ke kamarnya terdengar suara bel kebakaran. Caitlin langsung kabur melewati jendela dan dia masuk ke dalam kamar mandi.  

“Siapa itu? kenapa tidak ikut latihan kebakaran?” tanya lelaki yang ada dibalik tirai kamar mandi

“Maaf pak, saya siswi baru disini” ucap Caitlin gugup

“Pantas saja, siapa nama mu?” tanya lelaki itu

“Caitlin Hathaway pak” jawab Caitlin gugup

“Sebaiknya kamu kembali ke kamar” jawab lelaki itu

Paginya pelajaran pertama adalah olahraga yang diajarkan oleh Ms.Emma. Caitlin dan siswi lainnya memainkan olahraga lacrosse. Saat sedang berolahraga ada seorang lelaki bernama Mark yang sedang mengendarai mobilnya.

“Hai Caitlin Hathaway” sapa Mark  

Hariet yang menyukai Mark sejak lama cemburu mendengar Mark memanggil nama lengkap Caitlin. Caitlin yang mengetahui Hariet cemburu semakin membuat Hariet panas.

“I think Mark like me” ucap Caitlin sambil senyum sinis

“Jangan coba-coba mengambil Mark dari ku!” ancam Hariet

Hariet menantang Caitlin untuk bermain lacrosse dengannya. Saat mereka memulai permainan, mereka malah saling memukul mengunakan tongkat lacrosse. Ms. Emma langsung memisahkan mereka. Ms. Mariet selaku kepala sekolah memanggil Caitlin untuk ke ruangannya. Caitlin langsung masuk ruangannya tanpa mengetuk. Lalu Ms. Mariet menyuruh Caitlin untuk keluar dan mengetuk pintunya sebelum masuk. Caitlin menuruti perintah Ms. Mariet.

“Maafkan saya bu tapi Hariet yang memulainya duluan” ucap Caitlin

“Ya, saya sudah tahu” jawab bu Mariet

“Lalu kenapa ibu hanya memanggil saya dan tidak memanggil Hariet?” tanya Caitlin

“Karena saya hanya ingin berbicara kepada kamu, saya tahu kamu adalah anak perempuan yang baik” ucap bu Mariet

Caitlin yang mendengar pujian itu tersenyum senang

“Tapi saya akan memberikan hukuman untuk kamu membaca buku Alice in Wonderland, karena menurut saya kamu seperti Alice” ujar bu Mariet

Caitlin langsung mengambil buku itu dan pergi dari ruangan Ms. Mariet. Dia melihat ada kursi kosong di taman lalu dia menduduki kursi itu sambil merenung. Hariet yang melihat Caitlin sedang duduk dikursi taman, mempunyai ide untuk menyiram Caitlin dari atas menggunakan air yang kotor. Caitlin langsung berdiri dan melihat ada Hariet yang sedang tersenyum puas.

“Maafkan aku Caitlin, aku tidak melihat ada kamu dibawah” ucap Hariet dengan sinis

Caitlin dengan kesal berlari ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang tersiram air kotor. Sesudah dia membersihkan diri, dia duduk diatas kasurnya sambil merenung ke arah jendela. Kate yang baru masuk kamar melihat Caitlin kedinginan dan menghampiri Caitlin.

“Apa kamu tidak membawa baju hangat?” tanya Kate

“Aku tidak punya baju hangat” jawab Caitlin lesu

Kate memberikan sweater nya untuk dipakai Caitlin dan menemani nya.

“Apakah kamu ingin keluar dari sekolah ini?” tanya Kate

“Iya aku sangat merindukan adek ku Lily” jawab Caitlin sendu

“Kamu bisa memakai handphone ini” ujar Kate

“Darimana kamu mendapatkan handphone? bukannya semua handphone disita?” tanya Caitlin kaget

“Kami menyembunyikan satu handphone untuk berjaga-jaga” jawab Kate sambil tersenyum

“Oke aku akan menelfon Lily” ucap Caitlin

Saat malam Caitlin memainkan pematik nya sambil merenung, tiba-tiba keempat temannya muncul dihadapan Caitlin.

“Kami akan membantu kamu untuk dikeluarkan dari sekolah” ucap Kate

Kita akan memulai dari memasang stiker berwajah Hariet menggunakan bikini di telepon umum, mewarnai kolam renang dengan cat merah, menyetel yang berbau dewasa saat pelajaran bahasa Perancis, merusak radio mobil Ms. Timoty. Saat mereka sudah merusak radio mobil Ms. Timoty, Mark datang mengendarai mobilnya. Lalu Kate dan Caitlin bersembunyi dibawah mobil Ms. Timoty.

“Mark cepat masuk sebelum semua siswi ku terobsesi dengan mu” ucap Ms. Timoty sambil menunjuk ke arah para siswi yang sedang menggila melihat ketampanan Mark.

Ketika Mark ingin masuk, Kate bersin dan membuat Ms. Timoty membalikan badannya. Mark langsung pura-pura bersin, Caitlin pun menjahili Mark dengan suara buang angin. Ms. Timoty berbalik badan dan Mark memberikan alasan kenapa dia buang angin. Lalu Ms. Timoty mengumpulkan para siswi untuk naik bus berangkat ke kota Dexer. Caitlin dan keempat temannya juga ikut ke Dexer untuk membeli pakaian pesta yang akan diadakan nanti malam. Saat sampai disana Caitlin dan keempat temannya berbelanja pakaian yang bagus untuk pesta sambil tertawa. Mereka menjadi sangat akrab dan mengabadikannya dengan kamera milik Caitlin. Tibalah mereka di sekolah, mereka langsung memutuskan untuk mempercantik diri mereka. Mereka memiliki rencana lagi untuk membantu Caitlin keluar dari sekolah.

“Bagaimana kalo kamu bermesraan bersama Mark di pesta nanti dan di depan semua orang” usul Jane

“Yaps, pasti kamu ahli dalam bidang ini, jika semua orang tahu kalian bermesraan sudah pasti kamu akan dikeluarkan karena Mark putra Ms. Mariet kepala sekolah kita” ucap Anne

Tibalah acara pesta dansa, semua orang mengenakan kostum. Hariet yang melihat Mark  buru-buru mendekatinya sebelum ada Caitlin. Tak lama dari itu turun lah ke lima gadis cantik Caitlin, Kate, Jane, Anne, dan Ginny. Caitlin dan keempat temannya menari-nari. Caitlin yang melihat Mark bersama Hariet langsung melancarkan aksinya. Dia menarik Mark untuk menari dengannya. Sejak dari situ Mark dan Caitlin menjadi sangat dekat dan mereka sering pergi bersama, Caitlin menyadari bahwa disini dia lebih senang. Hari dimana Mark menemui Caitlin setelah ulang tahun ke 18 nya. Mark mengajak Caitlin untuk berjalan-jalan ke kota Dexer. Mereka menghabiskan hari bersama di kota Dexer. Saat Caitlin kembali ke kamarnya dia melihat keempat temannya yang sedang kesal.

“Kenapa kamu menulis email seperti ini? apa kamu cuma memanfaatkan kami?” tanya Kate dengan wajah kesal

“Apa maksud mu Kate? aku pernah menulis itu tapi itu sudah lama sekali sebelum kita berteman” jawab Caitlin

Mereka sangat marah dan kesal kepada Caitlin karena mereka sudah mengangap Caitlin sahabat mereka. Malam harinya Caitlin memutuskan untuk pergi ke dapur dan merenung. Dia memainkan pematik api nya dan tidak sengaja membakar hordeng lalu dia padamkan. Ketika dia mendengar suara langkah kaki, dia panik dan lari menuju kamar. Tidak lama setelah Caitlin meninggalkan dapur terdengar suara ledakan dari dapur. Caitlin langsung membangunkan Kate dan memberitahu bahwa dia yang membakarnya. Kate membangunkan Ginny dan Jane untuk membantu dia dan Caitlin membangunkan seluruh siswi. Setelah semuanya keluar dari sekolah, Ms. Mariet mengabsen seluruh siswi. Saat menyebutkan nama Anne tidak ada jawaban. Caitlin yang ingat kalo Anne suka ke dapur buru-buru lari ke arah dapur. Caitlin dibantu tim pemadam kebakaran mengeluarkan Anne yang terkunci di ruang pendingin. Seluruh siswi mengucapkan terima kasih kepada Caitlin, dia ditarik oleh Mark.

“Apakah kamu pemilik pematik ini?” tanya Mark

“Iya itu punya ku tapi aku tidak melakukannya” jawab Caitlin

“Aku harap juga begitu” ucap Mark ketus

Keesokannya Caitlin ke ruangan Ms. Mariet untuk mengakui kesalahannya. Ms. Mariet yang mendengar nya kaget sambil tidak percaya bahwa yang melakukannya Caitlin.

“Besok kamu akan di sidang” ucap Ms. Mariet

Saat Caitlin meninggalkan ruangan MS. Mariet dia tidak sengaja melihat foto para pemain lacrosse. Saat Caitlin perhatikan lebih detail dia melihat wajah ibunya sebagai kapten lacrosse. Dia membawa foto itu ke perpustakaan dan dia menangis. Mark yang melihat Caitlin menangis menghampirinya dan menghapuskan air mata Caitlin.

“Aku baru tau kalo ibu ku sekolah disini dan ia menjadi kapten lacrosse” ucap Caitlin sambil menangis

“Dia wanita yang hebat seperti dirimu Caitlin” ucap Mark menenangkan Caitlin

Caitlin sekarang berada di ruang sidang yang dihadiri seluruh siswi. Keempat temannya sedang berada di kamar, mereka membicarakn email yang dikirim Caitlin kemarin. Mereka menemukan banyak kejanggalan di tulisan email tersebut. Pertama dari kata-kata nya sangat berbeda dari Caitlin , kedua jam pengirimannya 11.40 sedangkan Caitlin mengirimkan email kepada saudaranya pukul 11.00 dan ditemani Anne. Akhirnya teman-temannya mengetahui ini perbuatan Hariet. Di ruang sidang Hariet sedang membicarakan kejadian kebakaran itu dengan lantang. Ms. Mariet yang melihatnya langsung menghentikan omongan Hariet dan mempersilahkan Caitlin mengajukan pembelaan.

“Teman-teman maafkan aku, aku tidak sengaja membakar hordengnya tapi aku mati kan saat mendengar suara langkah kaki” ucap Caitlin

Hariet langsung menentang pembicaraan Caitlin dan ia menyebutkan pematik yang bertuliskan “I love LA”. Pada saat itu tidak ada yang tahu penyebab kebakaran itu.

“Tunggu di sini tidak ada yang membicarakan pematik yang bertuliskan I love LA” ucap Caitlin tegas

Ms. Mariet langsung mencurigai Hariet bahwa dialah pelakunya. Teman-teman Hariet pun memberi tahu bahwa memang Hariet keluar tadi malam sebelum tragedi kebakaran. Hariet langsung disuruh Ms. Mariet untuk ke kantornya. Semua yang ada di ruangan memeluk Caitlin dengan hangat. Caitlin diangkat sebagai kapten lacrosse untuk  pertandingan melawan sekolah Mounder. Pak Aiden datang untuk menonton pertandingan Caitlin, dia diundang oleh Ms. Mariet teman satu sekolahnya. Saat pak Aiden melihat Caitlin bermain lacrosse mengingatkannya dengan istrinya yang tidak lain ibu Caitlin. Mereka memenangkan pertandingan ini, pak Aiden langsung memeluk Caitlin putri kesayangannya. Hariet yang dikeluarkan dari sekolah karena ulahnya di lempar bangkai angsa oleh temannya yang dulu selalu dibudak kan oleh Hariet. Caitlin dan keempat sahabatnya merayakan kemenangan mereka dan mengabadikan persahabatan mereka dengan kamera milik Caitlin. Caitlin sangat senang berada disini karena memliki sahabat yang setia kepadanya dan memiliki kekasih yang sangat sayang kepadanya.

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

  1. Cerita novelnya menarik, singkat ceritanya saja sudah menarik sepertinya full ceritanya lebih menarik

    BalasHapus
  2. Rancangan novel yang dibuat sangat lengkap dan jelas. Cerita yang dibuat pun sangat menarik.

    BalasHapus
  3. rancangan novelnya sudah bagus dan menarik untuk dibaca

    BalasHapus
  4. Cerita yang diambil dan diangkat menarik. Semoga bisa menjadi novel yang baik.

    BalasHapus
  5. Penyusunan kerangka novel yang dibuat sangat baik, isi dari novel yang akan dibuat sangat menarik untuk dibaca. Pemaparan tema, tokoh, dan alur cerita juga dijelaskan secara baik dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  6. Kerangka novelnya sudah ditulis dengan rapi dan isi yang lengkap. Cerita yang akan di buat juga menarik.

    BalasHapus
  7. Bahasa yang digunakan sangat sesuai dengan kaidah kebahasaan, kerangka yang disusun sudah sesuai dengan unsur-unsur novel, cerita akan dibuat juga terlihat sangat menarik untuk dibaca.

    BalasHapus
  8. Pemilihan judul, tema, dan alur cerita sangat menarik. Penyusunan kerangka pun sudah sesuai struktur.

    BalasHapus
  9. Kerangka novel yang dibuat sudah lengkap sehingga pembaca dapat dengan mudah memahaminya. Cerita yang dibuat juga menarik sekali👍

    BalasHapus
  10. Kerangka novel tersebut telah dibuat terstuktur dengan baik, rapi dan mudah dimengerti. Cerita yang diangkat juga sangat menarik untuk dibaca.

    BalasHapus
  11. Kerangka novel sudah lengkap dan sesuai kaidah kebahasaan, topik yang diangkat juga menarik

    BalasHapus

Posting Komentar